Academy Awards ke-62
1990
My Left Foot
sebagai Christy Brown
Sutradara: Jim Sheridan
Pelukis Irlandia dengan palsy serebral yang hanya bisa mengendalikan kaki kirinya — peran yang membuat para juri berdiri.
Pemenang Aktor Terbaik
NicholasDayLewis.com · Tribut untuk sang legenda
Tiga Oscar. Empat dekade layar lebar. Satu pensiun yang mengejutkan dunia — dan satu kepulangan yang lebih mengejutkan lagi. Inilah kisah aktor yang berhenti berakting dan mulai menjadi perannya.
Tentang Sang Maestro
Daniel Michael Blake Day-Lewis lahir di London pada 29 April 1957, di tengah keluarga seniman paling berpengaruh di Inggris. Ayahnya, Cecil Day-Lewis, adalah Pujangga Negara (Poet Laureate) Inggris yang juga menulis novel detektif di bawah nama pena Nicholas Blake; ibunya, Jill Balcon, adalah aktris film, radio, dan panggung. Bakat bercerita mengalir dalam darahnya — meski ia tak pernah memanfaatkan nama keluarga sebagai jalan pintas.
Dibesarkan di Greenwich, ia memilih jalan yang jauh lebih sulit: bergabung dengan National Youth Theatre, lalu mengukir nama melalui teater di Bristol sebelum layar lebar memanggilnya. Sejak awal, satu hal membedakannya dari siapa pun: kepatuhan mutlak pada perannya. Ia tidak memerankan Christy Brown — ia menjadi Christy Brown, hingga kru film lupa bahwa aktor di kursi roda itu sebenarnya mampu berjalan.
Sepanjang empat dekade, ia hanya mengambil peran yang ia yakini sepenuhnya — kadang berjarak bertahun-tahun antarfilm, kadang menolak ratusan tawaran hanya untuk menunggu satu naskah yang tepat. Pendekatan itu membuatnya menjadi aktor dengan Oscar terbanyak di kategori Aktor Terbaik dalam sejarah: tiga piala dari enam nominasi. Pada 2017 ia mengejutkan dunia dengan pensiun — lalu pada 2025, atas undangan putranya sendiri, ia kembali.
“Aku bukan aktor yang mengoleksi peran. Aku orang yang sesekali dipanggil untuk hidup di kulit orang lain — dan itu selalu seluruh dari diriku.”
Nama Nicholas hidup dalam sejarah keluarga Day-Lewis. Cecil Day-Lewis — ayah Daniel — menerbitkan dua puluh novel detektif klasik di bawah nama pena Nicholas Blake, termasuk The Beast Must Die. Situs nicholasdaylewis.com merangkul warisan itu: perpaduan nama pena sang penyair dan nama keluarga sang aktor — dua generasi, dua seni, satu nama.
Rekor yang Belum Terpecahkan
Dalam 97 tahun sejarah Academy Awards, tidak ada aktor lain — pria maupun wanita — yang membawa pulang tiga piala Aktor Terbaik. Daniel Day-Lewis melakukannya dengan tiga dekade jeda dan hanya enam nominasi.
Academy Awards ke-62
1990
sebagai Christy Brown
Sutradara: Jim Sheridan
Pelukis Irlandia dengan palsy serebral yang hanya bisa mengendalikan kaki kirinya — peran yang membuat para juri berdiri.
Pemenang Aktor Terbaik
Academy Awards ke-80
2008
sebagai Daniel Plainview
Sutradara: Paul Thomas Anderson
Baron minyak yang haus kekuasaan di Amerika awal abad ke-20 — salah satu penampilan paling intens dalam sejarah film.
Pemenang Aktor Terbaik
Academy Awards ke-85
2013
sebagai Abraham Lincoln
Sutradara: Steven Spielberg
Presiden ke-16 Amerika Serikat dalam masa pamungkasnya — Oscar ketiga yang menegaskan rekor abadi.
Pemenang Aktor Terbaik
Tiga nominasi lainnya
Lini Masa Karier
Sangat sedikit film — dan setiap satu dipilih seperti seseorang memilih rumah untuk disepanjang hidup. Saring berdasarkan era untuk melihat evolusinya.
2007
sebagai Daniel Plainview
“Drinking your milkshake” — adegan yang mengubah cara dunia menonton aktor bekerja.
2012
sebagai Abraham Lincoln
Suara serak presiden yang ia bangun dari 55 surat yang ia tulis sendiri sebagai Lincoln.
2017
sebagai Reynolds Woodcock
Penjahit couture London tahun 50-an — peran perpisahan yang diiringi magang setahun di dunia fashion.
Terbaru · Oktober 2025
Setelah delapan tahun menghilang dari layar, Daniel Day-Lewis kembali bukan karena sutradara besar mana pun — melainkan karena sang putra.
Still resmi — Anemone
Kembali ke lampu sorot, 2025
Pada 2017, di puncak kariernya, Day-Lewis menyampaikan perpisahan paling mengejutkan di industri film: ia berhenti berakting, tanpa alasan publik yang utuh. Dunia menyerah pada keputusan itu — hingga 2024, ketika kabar mengejutkan datang: sang aktor terbesar sedang syuting film baru, dan sutradaranya adalah Ronan Day-Lewis, putranya sendiri, dalam debut sutradaranya.
Anemone bercerita tentang dua bersaudara terasing di pedesaan Inggris Utara, yang perjumpaan kembali setelah tiga dekade membuka luka-luka lama dari peristiwa yang mengubah hidup mereka. Day-Lewis memerankan Ray, sang pertapa — dan sekali lagi, ia tidak bermain; ia menghuni. Naskahnya ditulis bersama oleh ayah dan anak, membuat film ini menjadi percakapan paling pribadi keluarga Day-Lewis yang pernah terekam di layar.
Sejak pemutaran perdananya di Festival Film Telluride dan Toronto, lalu ditayangkan Focus Features pada 3 Oktober 2025, kritikus dunia menyebut hal yang sama: delapan tahun absen tidak meredupkan apa pun. Sang maestro bahkan tampak lebih dalam.
Naskah
Ronan & Daniel Day-Lewis
Pemeran pendamping
Sean Bean · Samantha Morton
Metode di Balik Karakter
Julukan “method actor terbesar” sering disematkan padanya — padahal ia menolak label itu. Yang ia lakukan lebih ekstrem: menghapus jarak antara dirinya dan perannya, sampai kamera tidak lagi bisa melihat batasnya.
Persiapan fisik untuk The Boxer (1997) — berbulan-bulan latihan tinju profesional.
Kata-Kata Sang Maestro