NicholasDayLewis.com · Tribut untuk sang legenda

DANIEL Day-Lewis

Tiga Oscar. Empat dekade layar lebar. Satu pensiun yang mengejutkan dunia — dan satu kepulangan yang lebih mengejutkan lagi. Inilah kisah aktor yang berhenti berakting dan mulai menjadi perannya.

3Oscar Aktor Terbaik
6Nominasi Oscar
4BAFTA Award
4Dekade Layar Lebar

Tentang Sang Maestro

Aktor yang menolak setengah-usaha

Daniel Michael Blake Day-Lewis lahir di London pada 29 April 1957, di tengah keluarga seniman paling berpengaruh di Inggris. Ayahnya, Cecil Day-Lewis, adalah Pujangga Negara (Poet Laureate) Inggris yang juga menulis novel detektif di bawah nama pena Nicholas Blake; ibunya, Jill Balcon, adalah aktris film, radio, dan panggung. Bakat bercerita mengalir dalam darahnya — meski ia tak pernah memanfaatkan nama keluarga sebagai jalan pintas.

Dibesarkan di Greenwich, ia memilih jalan yang jauh lebih sulit: bergabung dengan National Youth Theatre, lalu mengukir nama melalui teater di Bristol sebelum layar lebar memanggilnya. Sejak awal, satu hal membedakannya dari siapa pun: kepatuhan mutlak pada perannya. Ia tidak memerankan Christy Brown — ia menjadi Christy Brown, hingga kru film lupa bahwa aktor di kursi roda itu sebenarnya mampu berjalan.

Sepanjang empat dekade, ia hanya mengambil peran yang ia yakini sepenuhnya — kadang berjarak bertahun-tahun antarfilm, kadang menolak ratusan tawaran hanya untuk menunggu satu naskah yang tepat. Pendekatan itu membuatnya menjadi aktor dengan Oscar terbanyak di kategori Aktor Terbaik dalam sejarah: tiga piala dari enam nominasi. Pada 2017 ia mengejutkan dunia dengan pensiun — lalu pada 2025, atas undangan putranya sendiri, ia kembali.

“Aku bukan aktor yang mengoleksi peran. Aku orang yang sesekali dipanggil untuk hidup di kulit orang lain — dan itu selalu seluruh dari diriku.”

Fakta Singkat

Lahir
29 April 1957, London, Inggris
Kewarganegaraan
Inggris & Irlandia
Ayah
Cecil Day-Lewis — Poet Laureate Inggris
Ibu
Jill Balcon — aktris panggung & radio
Pasangan
Rebecca Miller (menikah 1996)
Debut layar
Sunday Bloody Sunday (1971)
Pensiun
2017 — lalu kembali pada 2025

Mengapa “Nicholas”?

Nama Nicholas hidup dalam sejarah keluarga Day-Lewis. Cecil Day-Lewis — ayah Daniel — menerbitkan dua puluh novel detektif klasik di bawah nama pena Nicholas Blake, termasuk The Beast Must Die. Situs nicholasdaylewis.com merangkul warisan itu: perpaduan nama pena sang penyair dan nama keluarga sang aktor — dua generasi, dua seni, satu nama.

Rekor yang Belum Terpecahkan

Tiga Oscar. Satu-satunya dalam sejarah.

Dalam 97 tahun sejarah Academy Awards, tidak ada aktor lain — pria maupun wanita — yang membawa pulang tiga piala Aktor Terbaik. Daniel Day-Lewis melakukannya dengan tiga dekade jeda dan hanya enam nominasi.

Academy Awards ke-62

1990

My Left Foot

sebagai Christy Brown

Sutradara: Jim Sheridan

Pelukis Irlandia dengan palsy serebral yang hanya bisa mengendalikan kaki kirinya — peran yang membuat para juri berdiri.

Pemenang Aktor Terbaik

Academy Awards ke-80

2008

There Will Be Blood

sebagai Daniel Plainview

Sutradara: Paul Thomas Anderson

Baron minyak yang haus kekuasaan di Amerika awal abad ke-20 — salah satu penampilan paling intens dalam sejarah film.

Pemenang Aktor Terbaik

Academy Awards ke-85

2013

Lincoln

sebagai Abraham Lincoln

Sutradara: Steven Spielberg

Presiden ke-16 Amerika Serikat dalam masa pamungkasnya — Oscar ketiga yang menegaskan rekor abadi.

Pemenang Aktor Terbaik

Tiga nominasi lainnya

  • 1994 In the Name of the Father
  • 2003 Gangs of New York
  • 2018 Phantom Thread

Lini Masa Karier

Empat belas film, nol kompromi

Sangat sedikit film — dan setiap satu dipilih seperti seseorang memilih rumah untuk disepanjang hidup. Saring berdasarkan era untuk melihat evolusinya.

    Terbaru · Oktober 2025

    ANEMONE — kembalinya sang legenda

    Setelah delapan tahun menghilang dari layar, Daniel Day-Lewis kembali bukan karena sutradara besar mana pun — melainkan karena sang putra.

    Daniel Day-Lewis dalam film Anemone (2025), tatapan intens di padang Yorkshire Still resmi — Anemone
    Daniel Day-Lewis hadir di festival film pada 2025

    Kembali ke lampu sorot, 2025

    Pada 2017, di puncak kariernya, Day-Lewis menyampaikan perpisahan paling mengejutkan di industri film: ia berhenti berakting, tanpa alasan publik yang utuh. Dunia menyerah pada keputusan itu — hingga 2024, ketika kabar mengejutkan datang: sang aktor terbesar sedang syuting film baru, dan sutradaranya adalah Ronan Day-Lewis, putranya sendiri, dalam debut sutradaranya.

    Anemone bercerita tentang dua bersaudara terasing di pedesaan Inggris Utara, yang perjumpaan kembali setelah tiga dekade membuka luka-luka lama dari peristiwa yang mengubah hidup mereka. Day-Lewis memerankan Ray, sang pertapa — dan sekali lagi, ia tidak bermain; ia menghuni. Naskahnya ditulis bersama oleh ayah dan anak, membuat film ini menjadi percakapan paling pribadi keluarga Day-Lewis yang pernah terekam di layar.

    Sejak pemutaran perdananya di Festival Film Telluride dan Toronto, lalu ditayangkan Focus Features pada 3 Oktober 2025, kritikus dunia menyebut hal yang sama: delapan tahun absen tidak meredupkan apa pun. Sang maestro bahkan tampak lebih dalam.

    Naskah

    Ronan & Daniel Day-Lewis

    Pemeran pendamping

    Sean Bean · Samantha Morton

    Metode di Balik Karakter

    Menjadi, bukan meniru

    Julukan “method actor terbesar” sering disematkan padanya — padahal ia menolak label itu. Yang ia lakukan lebih ekstrem: menghapus jarak antara dirinya dan perannya, sampai kamera tidak lagi bisa melihat batasnya.

    Daniel Day-Lewis berlatih tinju secara intens untuk perannya di The Boxer (1997)

    Persiapan fisik untuk The Boxer (1997) — berbulan-bulan latihan tinju profesional.

    My Left Foot (1989)

    Tidak berdiri selama syuting

    Ia tinggal di kursi roda sepanjang produksi, digandeng kru bahkan saat makan siang, hingga dua tulang rusuknya patah karena posisi tubuh yang terus membungkuk. Kru mulai lupa bahwa aktor di dalamnya bisa berjalan.

    The Last of the Mohicans (1992)

    Hidup di hutan, benar-benar

    Ia belajar memburu, membangun kanu, memasak hasil buruan, dan mengenakan musket di punggungnya sepanjang hari — lalu berkata ia “menghirup udara yang lembap” untuk menjadi Hawkeye.

    Gangs of New York (2002)

    Tukang daging dengan pneumonia

    Untuk Bill the Butcher, ia magang di pasar daging dan menolak mantel era modern di set yang membeku, hingga terkena pneumonia — dan tetap berbicara dengan aksen New York bahkan di luar kamera.

    Phantom Thread (2017)

    Magang jadi penjahit couture

    Ia magang di rumah mode New York dan belajar teknik jahit di sekolah fashion, hingga mampu mereplikasi satu gaun Balenciaga jahitan demi jahitan sebagai latihan menjadi Reynolds Woodcock.

    Kata-Kata Sang Maestro

    Suara yang menghuni